Darah di Gusi Gigi, dan Makanan di Gigi
โSAYA agak gamang dalam menjalankan puasa. Karena, gusi pada gigi saya mudah berdarah. Nah, bagaimana sesungguhnya ibadah puasa saya ketika berdarah ada di gusi gigi?โ Demikian tanya Fathul Yasin, warga Kenjeran Surabaya, bertanya padaย ngopibareng.id.
Ustad Maโruf Khozin, Tim Bahtsul Masail (LBM) NU Jatim, memberikan jawaban agar pembaca tidak ragu-ragu dalam menjalankan ibadah puasa.
โDimaafkan darah gusi yang terus menerus atau hampir selalu keluar, dan seseorang tidak dipaksa membasuh mulutnya karena hal itu memberatkanโ. Hal itu sesuai dengan kitab Bughyah al-Mustarsyidin hal 111.
Lalu, bagaimana bila makanan di gigi?
โApabila terdapat sisa makanan di sela-sela gigi, lalu terbawa oleh air liur dengan sewajarnya tanpa disengaja, maka tidak batal puasanya. Hal itu, jika ia tidak mampu memisahkan dan meludahkannya, sekalipun pada malamnya dia tidak membersihkan sela-sela giginya serta yakin ada sisa makanan yang tertinggal dan akan mengalir bersama air liurnya diwaktu siang,โ jawab Ustad Maโruf Khozin.
Dijelaskannya, โkarena tuntutan agar memisahkan dan meludahkan, hanyalah ketika ia mampu melakukannya disaat puasa, namun demikian sangat dianjurkan ia membersihkan gigi sesudah makan sahur. Adapun apabila ia mampu (melakukannya) atau menelannya dengan sengaja, maka dapat membatalkan puasaโ. Hal itu sesuai dengan kitab Fath al-Mu'in hal 56. (adi)
Advertisement